Bahasa Indonesia

Sindrom Kemasukan / Spirit Possession Syndrome

Sindrom Kemasukan sering dianggap sebagai Permasalahan Banyak Personality / Kepribadian Ganda (Multiple Personality Disorder), tetapi sebenarnya ada perbedaan yang jelas.

Permasalahan Banyak Personality / Kepribadian Ganda (Multiple Personality Disorder)

Adalah pecahan bagian dari kepribadian yang biasanya merupakan respon dari penyiksaan fisik, emosi dan seksual sewaktu anak-anak. Cabang kepribadian yang berbeda terbentuk dari penyiksaan ini. Seseorang yang mengalami masalah ini biasanya menderita amnesia (lupa) karena salah satu bagian kepribadiannya memegang kontrol, tetapi banyak orang yang mengalami MPD tetap sadar dan menderita gejala fisik dan emosi yang tidak dapat dijelaskan.

Contoh, seorang wanita mungil mungkin memiliki kepribadian seorang laki-laki yang besar dan pemarah untuk melindungi ancaman fisik / serangan. Contoh kepribadian lainnya, seorang anak kecil mungkin berusaha mendapatkan simpati sehingga menghindari serangan pembicaraan sehingga dia menutup dirinya. Contoh kepribadian ketiga yang menyukai hubungan badan dengan orang yang lebih tua yang mungkin menjadi jalan untuk menghindari rasa sakit dari serangan seksual. Contoh diatas menunjukkan bahwa kepribadian bisa terbagi-bagi untuk menghadapi tingkat stress yang tinggi.

Spirit Possession Syndrome (SPS) / Kemasukan Roh adalah satu bentuk penempelan fisik / mental suatu roh ke orang lain, yang paling sering adalah roh yang gentayangan di bumi ini. Penempelan ini mungkin bajik, jahat atau netral niatnya. Roh bisa menempelkan dirinya ke badan manusia untuk banyak alasan termasuk ketakutan atau ketidakjelasan alam setelah meninggal, ketagihan narkoba atau ketagihan alkohol yang terbawa setelah meninggal atau untuk mencintai dan membantu keluarga yang disayangi. Roh bisa masuk bila kita terlalu stress / emosi yang sangat ekstrim, setelah operasi, bayangan seksual yang salah, atau terluka secara fisik, mental dan emosional seseorang. Saat satu (atau banyak) roh menempel kepada seseorang, kemungkinan besar seperti MPD dengan ketakutan dan keinginan roh tersebut melebihi keinginan manusianya dan bisa menjadi lupa sesaat karena roh yang masuk memilliki kontrol badan manusia itu sendiri. Biarpun MPD dan SPS sangat mirip tetapi tujuan penyembuhannya berbeda. Dalam menangani kasus MPD, tujuannya untuk mengintegrasikan kembali cabang kepribadian kepada kepribadian seutuhnya sedangkan untuk SPS, tujuannya hanyalah melepaskan roh yang menempel pada seorang manusia.

Fragmen / Bagian Pikiran

Saat seseorang menderita trauma, yang menderita adalah pikirannya. Yaitu fragmen (bagian pikiran yang ketinggalan dan bisa menempel ke orang lain setelah meninggal. Contohnya adalah seorang wanita kehilangan saudara laki-lakinya yang baru meninggal yang ternyata menempel pada dia. Kadang-kadang sulit dilepas. Ternyata ada bagian dari ibu mereka yang menempel kepada badan saudara laki-lakinya itu sehingga menjadi sulit untuk pergi, tapi akhirnya bisa dilepas. Kadang-kadang juga bawaan dari kehidupan lalu. Meninggalnya seorang tokoh bisa menempel pada orang-orang yang berkabung untuknya karena tidak mau kehilangan. Juga di dunia spiritual, apapun mungkin terjadi dan sering-sering melewati batas ego manusia.

Tehnik terapi untuk melepaskan makhluk:

Tehnik Terapi kehidupan lalu: saat menggunakan terapi kehidupan lalu dalam membantu seorang klien mengerti karma dan melepaskan sisa-sisa karma masa lalu, kadang-kadang ada yang menempel dari masa lalu yang bisa menjadi masalah utama klien tersebut. Klien mungkin berhubungan dengan masa lalu sesuatu makhluk yang menempel dan tersisa dari kehidupan ini. Contoh apabila ada makhluk yang menempel berusaha membalas dendam pada klien dari konflik masa lalu dan dengan melakukan SRT dan PLT maka bisa melepaskan masalah tersebut.

Fragmentasi / Bagian: Kebanyakan kita telah melalui jenis trauma baik dalam kehidupan ini maupun di kehidupan lainnya sehingga ada bagian yang terpecah dari jiwa raga. Hal ini bisa menyebabkan mudahnya penempelan dari makhluk. Saat makhluk yang menempel itu dilepas, bagian dari pikiiran bisa disatukan kedalam kesatuan jiwa raga klien sendiri. Bertanya langsung: Bila seorang terapis mencurigai adanya penempelan makhluk, biasanya makhluk itu sering terkejut dan minta jawaban dari makhluk yang menempel. Mendengarkan klien dan melihat tanda-tanda somatis menjadi sangat penting dalam terapi jenis apapun, apabila bertanya langsung, maka sangat membutuhkan kepercayaan dan kenyamanan dari sang terapis.

Pelepasan makhluk

Pelepasan makhluk yang menempel adalah salah satu tehnik terapi yang dilakukan apabila seseorang tidak mau / tidak bisa melepaskan diri dari penempelan tersebut karena tidak cukupnya kemampuan kapasitas mental seseorang atau bisa jadi kekuasaan roh yang menempel itu sangat kuat kepada manusia yang ditempelkan. Proses ini tetap menggunakan induksi sehingga ada perubahan dalam kesadaran seperti yang biasa digunakan dalam level hypnosis.

Pentingnya Pemaafan dan menyebarkan cinta kasih 

Kemarahan, Rasa bersalah, Rasa Benci/Dendam/Sakit hati  dan Rasa malu semuanya adalah emosi yang mengikat. Selama SRT, kemungkinan klien akan marah kepada makhluk yang menempel karena menyebabkan ketidaknyamanan dan melukai secara jasmani dan rohani orang-orang yang ada diseputar sang klien. Apabila klien tersebut memutuskan untuk membalasnya, maka sisa dari perasaan tersebut akan menyebabkan klien tersebut berhubungan lagi dengan situasi tersebut baik di kehidupan ini maupun di kehidupan mendatang. Banyak penempelan roh jahat bermaksud untuk membalas dendam. Pemaafan sangatlah penting untuk kedua belah pihak karena akan menyelesaikan masalah-masalah yang bermula dari menempelnya makhluk tersebut. Saya ingin menggarisbawahi pentingnya memaafkan sang pelaku tersebut. Dengan menemukan apa yang terjadi, dengan jujur mengerti apa yang dirasakan sang klien tersebut, mengerti apa pandangan sang pelaku tersebut dan memahami ia melakukan yang terbaik untuk mencapai pemaafan yang sesungguhnya. Setelah itu kita bisa melakukan meditasi cinta kasih untuk diri sendiri dan orang lain sehingga tercapailah penyembuhan seutuhnya.

English

Spirit Possession Syndrome

Spirit Possession Syndrome is often confused with Multiple Personality Disorder, there are however distinct differences between the two.

Multiple Personality Disorder (MPD) is the fragmenting of the personality usually as a response to extreme physical, emotional and/or sexual abuse during childhood. Different sub-personalities are formed that are more equipped to deal with these abusive episodes. An individual who suffers from this disorder may experience amnesia while one of the sub-personalities is in control, however, many who suffer from MPD will remain conscious and suffer unexplainable physical or emotional symptoms.

As an example, a petite female may have a personality of a large and angry man in order to fend off any physical threats or assaults. Another personality, a small child as an example, may present itself in order to gain sympathy and thus avoid verbal attacks. A third personality that enjoys sexual contact with older men might be used as a way to avoid the pain of a sexual assault. These examples, while hypothetical, show how the personality might divide itself in order to deal with extreme stress.

Spirit Possession Syndrome (SPS) is the actual physical or mental attachment of a consciousness to another person; the most common of which are earthbound spirits. The attachments may be benevolent, malevolent or neutral in intention. Spirits may attach themselves to a human being for many reasons including fear of the unknown after death, drug or alcohol addiction that is carried on after death, or to love and support a loved one. Spirits can enter the system during times of stress or extreme emotion, surgery, sexual ecstasy, physical, mental or emotional abuse. As this is not an inclusive list, it does give the range of possibilities of entry by earthbound spirits. When an earthbound spirit(s) attaches itself to an individual, it can resemble MPD in that the fears and preferences of the attaching spirit can override the preferences of the individual and often can produce amnesia while the attaching spirit is in control. While MPD and SPS resemble each other, the goal of treatment is quite different. In treating MPD, the goal is to reintegrate the sub-personalities back into the larger personality; while treating SPS, the goal is simply to release the attaching spirit from the person suffering from SPS.

Mind Fragments

When an individual suffers a trauma, the person’s Soul-Mind (defined as the sum total of all his experiences) fragments. In other word, a piece or the entire soul of that person is left behind. That mind-fragment then may attach to another person after separation. If that individual dies, the soul fragment may stay attached to that person after he’s gone, even if the fragmented person is still alive. An example of this, was a woman whom had her deceased brother attached to her. Even though both parties were agreeable to the idea of him going to the light, the brother said it was to far away and was unable to detach. In querying her brother further, they discovered that a mind-fragment of their mother was still attached to her dead brother and thus keeping him from moving into the light. Mind-fragments appear to be able to go just about anywhere. They can remain with detached body parts, can go into the Light, or be found in past lives. Attachment of mind-fragments of people who are living to those who are deceased does not seem out of the realm of possibility when viewed from this perspective. The death of a popular leader or entertainer may bring rise to such grief that fragmentation may occur in the population in general. This may cause fragmentation and result in the attachment of mind-fragments of those who deeply mourn these individuals. It seems that in the spirit world, all things are possible and most go beyond the understanding of the ego.

Therapeutic Techniques that Uncover Entities

Past-Life Therapy Techniques: When using past-life therapy to assist a client in understanding karma and letting go of the karmic residue, it appears that attachment from a past life can be a major source of the problem. In other words, the client may be dealing with a past life of an incarnate spirit or a fragment of the client attached to another and remaining in that life. An example of the former may include an attached spirit seeking revenge on the client for a past life conflict. Discovering this, the client can undergo SRT and PLT in alleviation of the problem.

Fragmentation: Most of us have gone through some trauma in this or another lifetime resulting in the fragmenting of the soul-mind. This can result in a greater susceptibility to attached entities. When the attached entity is released, the mind fragment can be recovered assisting the client back to wholeness.

The direct approach:  When a therapist suspects an attachment, asking if there is anybody else here often takes the entity by surprise and will elicit a response from the attached entity. Listening to the client and watching for somatic clues is important in any therapy; the direct approach requires trust and confidence within the therapist.

Remote Spirit Releasement:Remote Spirit Releasement is a technique where on individual will act as a surrogate for another individual in SRT. This is done for an individual who is unwilling or unable to release an attached spirit because of insufficient mental capacity or is under the control of the attached entity or demonic spirit.This process is done through the induction of an altered state of consciousness. The surrogate will visualize the person and ask that individuals higher self if permission is given for the process to continue. If the answer is yes, then the surrogate looks into the eyes of that person to establish a connection with him. The surrogate may then perceive the presence of attached entities by noticing other faces, eyes or feel the presence of another. Once the fact of spirit attachment is ascertained, the client and therapist make sure that the boundaries between the therapist and the entity are established and the SRT is continued. SRT is most effectively done in person with the full knowledge of the original subject; healing is most effective when the person acknowledges the problem and takes full responsibility for his healing. Remote SRT should be done only when the subject cannot work in person.


The Importance of Forgiveness and spread Loving Kindness

Anger, guilt and shame all seem to be binding emotions. During SRT, the client may become angry at the attached entity for the discomfort and harm that was caused him. If the client decides to seek retribution or even desires it, the residue that remains may cause the client to again deal with this situation again either in this life or another lifetime. Many demonic spirit attachments engage because of the need for revenge. Forgiveness is necessary for both parties as it brings to closure the difficult and uncomfortable events that began the attachments in the first place. I like to stress the work of being able to forgive the perpetrator. Discovering what happened, being honest about how the client feels about it, learning to understand the perpetrator’s point of view and understanding that he did the best he could seems to me to be the way toward true forgiveness.