Bahasa Indonesia

Untuk mengerti Hypnotherapy, sangatlah penting untuk memahami konsep dasar Hypnosis.

Apakah Hypnosis itu ?

Lebih mudah untuk menggambarkan apakah yang bukan Hypnosis daripada menjelaskan apa sebenarnya hypnosis. Contoh: bukanlah hal dimana seseorang mengontrol pikiran orang lain. Orang tidak kehilangan kesadaran dan tidak kehilangan kontrol diri. Dalam hypnosis, orang tidak akan melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan. Orang yang dihipnotis selalu punya kontrol diri. Orang yang terhipnotis menentukan sendiri seberapa dalam ia ingin masuk, sugesti apa yang akan diterima dan kapan kembali. Dengan demikian, seseorang yang dihipnosis tidak akan selamanya ‘hilang’ bila terapisnya meninggal selama induksi atau selagi klien ada di level trans yang dalam.

Hypnosis adalah perjalanan pribadi yang berbeda dengan kenyataan dari masa sekarang yang bisa diterima. Walaupun level trans sering dianggap seperti tidur, klien menyadarinya setiap saat dan tidak akan terluput dari kebenaran. Subjek hypnosis hanyalah lebih bisa menerima sugesti yang diberikan. Ini juga bisa dilakukan induksi yang dinamakan tehnik membuka mata dimana seorang klien tetap membuka matanya selama hypnotherapy. Level trans yang penuh dan dalam masih bisa diraih. Tetapi yang umum adalah dengan mata tertutup sehingga bisa lebih merasakan / melihat ke dalam batin.

Level trans/hypnosis adalah hal yang natural dan sangat biasa, bukan hal yang gaib. Setiap orang keluar masuk dalam level hypnosis sepanjang hari tanpa menyadarinya. Contohnya adalah anda menyetir kendaraan di pagi hari tetapi tidak mengingat melewati tanda tertentu yang biasanya mudah dikenali; melamun selagi duduk di dalam kelas / tempat bekerja / perasaan nyaman sebelum tidur. Perbedaan antara perubahan kesadaran ini disebut hypnotherapy secara klinis adalah orang yang telah terlatih secara profesional dalam membantu klien ke alam bawah sadarnya yang bisa dilakukan dalam berbagai cara.

Sesi hypnotherapy yang biasanya dilakukan adalah seorang klien duduk dengan santai dan nyaman dengan kaki di lantai dan telapak tangan di pangkuannya. Tentu saja klien boleh tiduran kalau memungkinkan dan jika memenuhi harapan klien dalam hypnosis. Terapis mungkin bisa bertanya “apakah anda lebih nyaman ada dalam level hypnosis di kursi ini atau di sofa?” Setelah klien mengambil keputusannya, sebenarnya mereka telah setuju untuk menuju level hypnosis. Tergantung pendekatan yang digunakan terapisnya, biasanya membawa klien dalam relaksasi. Sugesti akan membawa klien menuju relaksasi lebih dalam. Terapis juga biasanya mengecek kedalamannya dengan melakukan beberapa test. Kemudian terapis mengecek ketidakmampuan klien untuk membuka matanya, terapis kemudian menyarankan untuk lebih relax dengan tehnik pendalaman. Tehnik pendalaman setiap orang berbeda dan tergantung apabila klien dapat menerima informasi melalui suara, gambaran atau kinestetik (sensasi perasaan). Apabila klien lebih bisa mendengar sugesti, maka terapis akan mengatakan “anda mendengar suara hujan di atap” atau “Suara ombak laut membawa anda menjadi lebih relax”. Untuk anda yang visualisasi, terapis mungkin mengatakan “Anda melihat danau yang sangat indah, dengan pohon-pohon yang tertiup angin sepoi sepoi di kulit anda. Sedangkan untuk yang kinestetik, akan dikatakan “Anda merasakan hangatnya matahari dan angin sepoi sepoi di kulit”. Sangat penting bagi terapis untuk mengetahui apabila kliennya mendapatkan kesulitan untuk mengapung atau turun karena semuanya ini akan membawa pengalaman klien dengan lebih berarti. Tetapi apabila seorang klien mempunyai ketakutan tinggi atau merasakan adanya penindasan dengan memikirkan perjalanan turun dan masuk ke dalam, sugesti akan mungkin tidak berhasil karena ada yang ditakuti dan bisa menolak usaha yang dilakukan terapisnya. Hypnotherapy adalah kombinasi hypnosis dan terapi. Terapisnya akan membawa klien menuju perubahan yang positif selama klien ada di dalam level yang dalam dan penerimaan sugesti mendalam yang dikatakan level trans. Hypnotherapy telah digunakan untuk menyetop kebiasaan merusak dan ketagihan seperti merokok. Juga digunakan untuk mengontrol makan, menyembuhkan insomnia, menyetop ngompol dan mengurangi kecemasan. Stres yang berkelebihan bisa datang dari sumber yang berbeda dan bisa menjadi awal dari kecemasan yang tidak beralasan. Hal lainnya dimana orang mencari hypnotherapy adalah untuk: Berbicara di depan umum, menghadapi ulangan dan ketegangan di pekerjaan. Hypnotherapy juga dilakukan untuk kecemasan lainnya yang tidak wajar seperti Fobia dan telah terbukti sebagai perawatan efektif untuk depresi ringan sampai cukup dalam. Dengan salah satu riset, hypnotherapy digunakan sehubungan dengan terapi tradisional yang berhubungan dengan pikiran untuk membantu orang-orang yang ketakutannya parah sehubungan dengan jarum. Pengobatan menjadi sangat perlu karena sangatlah penting bagi seseorang yang sering berhubungan dengan jarum suntik untuk melakukan hypnotherapy. Di kasus lainnya, termasuk perhatian kepada pasien terminal seperti kanker. Telah disimpulkan bahwa hypnotherapy akan lebih efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan mellepaskan kecemasan dan tanda-tanda depresi apabila dibandingkan dengan orang-orang yang hanya melakukan penyembuhan tradisional. Pada umumnya semua hal yang berhubungan dengan pikiran bisa dilakukan hypnotherapi.

Pencegahan

Kebingungan bisa terjadi apabila seseorang mencari seorang Hypnotherapis karena gelar, sertifikat dan ijin dari ilmu ini. Anda harus berhati-hati dalam menentukan seorang Hypnotherapis yang dipilih. Selalu berkonsultasi dengan profesional dalam bidang kesehatan walaupun ada sumber alternatif untuk hypnosis. Anda harus berhati-hati dengan terapis untuk mengecek apakah ia mempunyai latihan yang cukup dan penting dalam memberikan jasa ini. Terapis harus memahami cara bekerja hypnosis sehingga bisa membantu kliennya dengan baik. Para profesional Hypnotherapis agar mengerti untuk tidak melakukan hypnotherapi kalau ada gangguan pikiran yang sudah parah. Seorang hypnotis yang tidak terlatih dengan baik / amatiran bisa mengakibatkan masalah dan harus dikonsultasikan sebelum melakukannya untuk kepentingan perubahan yang positif. Efek kerusakan pikiran bisa terjadi dalam jangka panjang apabila terapisnya kurang atau tidak terlatih dengan baik. (lihat artikel hasil yang tidak normal di bawah ini).

Persiapan

Sebelum seseorang mengikuti hypnotherapi, disarankan agar mereka mengenal proses terapinya sendiri dan dengan terapis pilihannya sangatlah penting supaya merasa nyaman. Kenyamanan dan kepercayaan kepada terapisnya adalah dua hal yang paling penting sehingga klien merasakan kenyamanan. Terapisnya harus terbuka dan menjawab semua pertanyaan mengenai kualifikasi, kemahiran dan metode yang digunakan. Seorang profesional yang berkualifikasi baik tidak akan menggunakan hypnosis sebelum menginterviu kliennya supaya kliennya mengerti karena membuat klien mengerti akan kesempatan bertanya dan mengembangkan kepercayaan dengan terapisnya. Juga penting bagi terapisnya untuk mengetahui keinginan klien karena dengan demikian akan membantu mendapatkan hasil yang baik.

Perawatan

Tergantung tujuan hypnotherapi (berhenti merokok, penurunan berat badan, memperbaiki kemampuan berbicara di depan umum atau melepaskan masalah emosional yang dalam), sebaiknya datang kembali untuk difollow-up. Dalam menyetop kebiasaan buruk yang tidak diinginkan, sebaiknya mendatangi kembali ke terapisnya untuk melaporkan hasilnya dan mengikuti sesi hypnotherapi berikutnya untuk memperkuat hasilnya.

Resikonya

Yang menjadikan resiko untuk klien adalah kurang terlatihnya kemampuan terapis. Seorang terapis yang kekurangan training bisa berbahaya dan bisa menyebabkan pengertian salah tentang pengalaman hypnotherapi yang biasanya nyaman dan aman.

Resiko kedua untuk klien adalah para praktisi hypnotherapi yang tidak jujur yang bukan hanya tidak terlatih dengan baik malah mungkin punya niat kurang baik. Orang-orang ini dapat merusak klien dan profesi hypnotherapis lainnya. Seperti yang dijelaskan di atas, klien harus memilih terapisnya dengan hati-hati dan bijaksana sebelum mengikuti terapi ini.

Hasil normal

Hasil dari hypnotherapy sangatlah positif dan efektif. Banyak cerita kasus yang tidak terhitung yang menjadi hasil dari tehnik ini. Banyak orang telah berhenti merokok, menurunnya berat badan, mengatasi nyeri, mengingat informasi yang terlupakan, menyetop ketagihan lainnya atau mengalami perbaikan dalam kesehatan jasmani dan rohani dengan penggunaan hypnosis.

Hasil yang tidak normal

Hasil tidak normal bisa terjadi apabila amatir yang tahu dasar-dasar hypnosis menggunakannya kepada teman-temannya untuk menjadi bahan percobaan. Kurangnya pengertian mereka dapat menyebabkan konsekuen langsung yang dapat berjalan beberapa saat. Contoh apabila seorang amatir memberikan sugesti kepada subjeknya yang digigiti nyamuk, maka orang tersebut secara otomatis akan menggaruk dimana gigitannya mungkin dia rasakan. Saat terbangun dari level trans, amatir itu lupa melepaskan sugesti itu dan subjek akan meneruskan menggarus. Apabila tidak diperiksa ulang, maka perbuatan menggaruk itu bisa mengakibatkan orang itu pergi ke dokter untuk menyetop garukan gatal. Apabila seorang dokter cukup cermat, maka beliau akan menanyakan penyebab kelakuan tersebut dan hypnosis bisa digunakan untuk melepaskan sugesti itu. Kemudian orang tersebut akan mengalami ketegangan emosional yang negatif dalam jangka waktu yang panjang dan akan marah apabila mengerti dengan jelas apa yang terjadi. Kurangnya pengertian, training / pelatihan yang benar dan tidak diperhatikan dengan seksama oleh amatir akan mendatangkan resiko bagi subjek tersebut.

Training / Pelatihan

Persyaratan training sangat beragam di seluruh dunia dengan faktor utama menggunakan hypnotherapi yang sangat beragam di seluruh dunia sebagai hal utama yang dipelajari. Di bagian dunia lainnya, tidak ada ketentuan dan secara teori, siapapun bisa menamakan dirinya hypnotherapis dan mulai membuka praktek. Ada di distrik tertentu dimana dengan jelas membabarkan dan membuat sah hypnotherapi dan kualifikasi ini berbeda. Training yang tepat biasanya membutuhkan minimum 300jam pelatihan. Hypnotherapis yang dilatih untuk spesialisasi tertentu seperti berhenti merokok bisa mengambil training yang lebih sedikit. Hypnotherapi bekerja dengan orang-orang – dengan mempelajari dengan tepat, seorang yang belajar itu bisa mempunyai kesempatan untuk berpraktek dengan rekan sekelas dan gurunya, dengan mendapatkan bantuan apa yang ia pelajari. Kesalahan dapat diatasi sewaktu diperhatikan. Sehingga hal ini bisa distop supaya tidak menjadi kebiasaan buruk. Hypnotherapi training yang dilatih dengan baik bisa bekerja dengan baik untuk klien dalam penyembuhan. Beberapa sekolah hypnotherapy juga menawarkan kursus jarak jauh dalam bentuk Video DVD / Audio CD, tetapi tentunya belajar di dalam kelas mempunyai sisi positif yang lebih tinggi karena bisa langsung dipraktekkan dengan sesama murid.

Untuk menjadi seorang Hypnotherapis, kebutuhan training / pelatihan dan registrasi sangat beragam di seluruh dunia, dari yang tidak membutuhkan ijin negara sampai ada yang memerlukan ijin profesional dalam bidang kesehatan. Anda yang tertarik menjadi seorang hypnotherapis harus melakukan riset yang berlaku di daerah anda kemudian masuk ke organisasi profesional yang bisa memberikan pelatihan yang tepat dan menawarkan kode etik dan prosedur disiplin yang bisa ditepati. Dengan demikian klien mendapatkan rasa aman dan etika yang dijanjikan terapisnya. Organisasi profesional biasanya memiliki tatacara mereka sendiri dan kode etik yang dipatuhi oleh anggotanya dan juga membutuhkan banyaknya jam profesional setiap tahun untuk mendapatkan kualitas tertinggi. Banyak hypnotherapis yang mengambil perkembangan profesional ini sampai mereka berhenti praktek.

Badan Perijinan di Amerika

•  American Council of Hypnotist Examiners: berdiri tahun 1980, ACHE memberikan sertifikasi ke seluruh dunia

National Board for Certified Clinical Hypnotherapists: berdiri tahun 1991, NBCCH memberikan sertifikasi dalam bidang hypnotherapy.

Definisi Hypnotherapis ala Amerika Serikat

Departemen tenaga kerja Amerika memberikan Gelar (D.O.T.079.157.010) menjelaskan definisi sbb:

"Hypnotherapis—menginduksi keadaan hypnosis untuk klien sehingga meningkatkan motivasi atau mengubah pola perlakuan melalui hypnosis. Berkonsultasi dengan klien untuk mengerti awal permasalahan. Menyiapkan klien dalam level hypnosis dengan menjelaskan bagaimana hypnosis bekerja dan apa yang akan dialami klien. Mengetes klien untuk menentukan sugesti fisik dan emosi. Menginduksi level hypnosis dengan metode dan teknik hypnosis berdasarkan tes dan analisis permasalahan klien. Boleh mengajarkan klien untuk melakukan hypnosis kepada diri mereka sendiri.

English

In order to understand hypnotherapy, it is necessary to understand the underlying concepts of hypnosis.

What is hypnosis?

It is far easier to describe what hypnosis is not rather than to describe what it is. For example, it is not one person controlling the mind of another. The client is not unconscious and does not lose control of his or her faculties. People will not do things under hypnosis that they would be unwilling to do otherwise. The person being hypnotized is always in control. The hypnotized person decides how deep the trance will be, what suggestions will be accepted, and when to awaken. Therefore, a hypnotized person cannot be forever "lost" if the therapist should fall dead during an induction or while the patient is deep in trance.

Hypnosis is first and foremost a self-accepted journey away from the reality of the moment. Although the trance state is often referred to as if the client is asleep, nothing could be further from the truth. The client is aware at all times. The hypnotic subject is simply in a heightened, more receptive state of mind. This fact is proven with inductions called open-eye techniques, where the client keeps his/her eyes open during the hypnotherapy. Full and deep trance is still achievable.

Trance is commonplace. People fall into trances many times without even being aware that it happened. Examples are: reaching the destination of a morning commute, but not recalling the passing of familiar landmarks; daydreaming while sitting in a college classroom; or that anxiety-free state achieved just before going to sleep. The difference between these altered states and clinically used hypnotherapy is that a professionally trained person is involved in helping the client achieve the trance, which can be done in many ways.

A typical hypnotherapy session has the client seated comfortably with their feet on the floor and palms on their lap. Of course, the client could choose to lie down if that option is available and if that will meet the client's expectation of hypnosis. The therapist can even set the stage for a favorable outcome by asking questions like, "Would you prefer to undergo hypnosis in this chair or on the sofa?" Once clients make the choice, they are in effect agreeing to undergo hypnosis. Depending on the approach used by the therapist, the next events can vary, but generally will involve some form of relaxing the client. Suggestions will lead the client to an increasingly relaxed state. The therapist may wish to confirm the depth of trance by performing tests with the client. For example, the therapist may suggest that when the eyes close that they will become locked and cannot be opened. The therapist then checks for this by having the clients try to open their eyes. Following a successful trial showing the client's inability to open the eyes, the therapist might then further relax them by using deepening techniques. Deepening techniques will vary for each client and depends largely on whether the client represents information through auditory, visual, or kinesthetic means. If the client is more affected by auditory suggestions, the therapist would use comments such as "You hear the gentle sound of rain on the roof;" or, "The sound of the ocean waves allow you to relax more and more." For the visual person, the therapist might use statements such as, "You see the beautiful placid lake, with trees bending slightly with the breeze." Finally, with the kinesthetic person phrases such as, "You feel the warm sun and gentle breeze on your skin," could be used. It is important for the therapist to know if the client has difficulty with the idea of floating or descending because these are sometimes used to enhance the experience for the client. However, if the client has a fear of heights or develops a feeling of oppression with the thought of traveling downward and going deeper and deeper, suggestions implying the unwanted or feared phenomenon will not be taken and can thwart the attempt.

Hypnotherapy is a combination of hypnosis and therapeutic intervention. The therapist leads the client to positive change while the client is deeply relaxed in a state of heightened suggestibility called trance.

Hypnotherapy has been used to stop self-destructive and addictive habits like smoking. It has also been used to curb the urge to eat for overeaters, cure insomnia, stop bed-wetting, and minimize anxiety. Excessive stress can be generated from any number of sources and can be the springboard for anxiety. Some of the more prominent sources of anxiety and stress for which people seek hypnotherapy are: public speaking, test taking, and job stress. Hypnotherapy also works well for other anxiety disorders such as phobias and has proven to be an effective treatment for mild to moderate depression. In one study, hypnotherapy was used in conjunction with traditional cognitive therapy, to assist persons who had severe aversion to needles. The treatment was necessary, because it was essential that each participant receive periodic medical injections. However, the participants would have become non-compliant without the adjunct intervention of hypnotherapy. In another case, involving care for terminally ill cancer patients, it was concluded that hypnotherapy was more effective at enhancing quality of life and relieving anxiety and depressive symptoms, when compared to others who received traditional care.

Precautions

Confusion can occur when one seeks a hypnotherapist, as a result of the various titles, certifications, and licenses in the field. Many states do not regulate the title "hypnotist" or "hypnotherapist," so care must be exercised when selecting someone to see. As a rule, it is best to consult a professional in the field of mental health or medicine, although alternative sources for hypnosis are available. Care must be taken also by the therapist to ensure adequate training and sufficient experience for rendering this specialized service. The therapist must be well grounded in a psychotherapeutic approach before undertaking the use of hypnotherapy. Professionals should not attempt hypnotherapy with any disorder for which they would not use traditional therapeutic approaches. The client seeking hypnotherapy is reminded that unskilled or amateur hypnotists can cause harm and should not be consulted for the purpose of implementing positive change in an individual's life. The detrimental effects of being subjected to amateur or inadequately trained persons can be severe and long lasting. (See abnormal results below.)

Preparation

Before people subject themselves to hypnotherapy, they are advised to learn as much about the process and about the chosen therapist as is necessary to feel comfortable. Rapport and trust are two key ingredients in making a potential hypnotherapy patient comfortable. Therapists should be open and willing to answer all questions regarding qualifications, expertise, and methods used. A well-qualified professional will not undertake the use of hypnosis without interviewing the client to ascertain their level of understanding of the process. This is very important for two reasons. First, it allows the client the opportunity to have questions answered and to develop some rapport with the therapist. Second, it is important for the therapist to know the client's expectations since meeting these expectations will enhance the likelihood of success.

Aftercare

Depending on the purpose of the hypnotherapy (i.e., smoking cessation, weight loss, improvement in public speaking, or addressing some deep emotional turmoil), follow-up may be advisable. When trying to eradicate unwanted habits, it is good practice to revisit the therapist, based upon a date pre-arranged between the therapist and the client, to report progress and, if necessary, to obtain secondary hypnotherapy to reinforce progress made.

Risks

One obvious risk to clients is the insufficiently trained therapist. The inadequately trained therapist can cause harm and distort the normally pleasant experience of hypnotherapy. A second risk for clients is the unscrupulous practitioner who may be both inadequately trained and may have some hidden agenda. These rare individuals are capable of causing great harm to the client and to the profession. As mentioned above, the client should carefully scrutinize their chosen therapist before submitting themselves to this dynamic form of therapy.

Normal results

The result of hypnotherapy is overwhelmingly positive and effective. Countless success stories exist attesting to the benefits of this technique. Many people have stopped smoking, lost weight, managed pain, remembered forgotten information, stopped other addictions, or improved their health and well-being through its use.

Abnormal results

Abnormal results can occur in instances where amateurs, who know the fundamentals of hypnosis, entice friends to become their experimental subjects. Their lack of full understanding can lead to immediate consequences, which can linger for some time after the event. If, for example, the amateur plants the suggestion that the subject is being bitten by mosquitoes, the subject would naturally scratch where the bites were perceived. When awakened from the trance, if the amateur forgets to remove the suggestion, the subject will continue the behavior. Left unchecked, the behavior could land the subject in a physician's office in an attempt to stop the itching and scratching cycle. If the physician is astute enough to question the genesis of the behavior and hypnosis is used to remove the suggestion, the subject may experience long-term negative emotional distress and anger upon understanding exactly what happened. The lack of full understanding, complete training, and supervised experience on the part of the amateur places the subject at risk.

Training

Training requirements vary greatly worldwide with the key determining factor being whether the use of hypnotherapy is state-recognized in a given area. In many parts of the world there are no requirements and, in theory, anyone can name themselves a hypnotherapist and begin practicing. Other districts, however, to define and legislate for hypnotherapy and these qualifications vary greatly. In the most extreme cases, hypnotherapy is only allowed to be practiced by a qualified medical professional of another area of expertise such as psychology, psychotherapy or psychiatry. This in effect rules out hypnotherapy as a stand-alone profession in the affected areas. Generally this strict approach is rare and in most parts of the world it's up to the individual to ensure their training is to a suitable standard.

Suitable training will generally require a minimum of 300 hours of education. Some hypnotherapists are trained in a specialty such as smoking, and receive much less training. Hypnotherapy is about working with people - in a proper learning environment the trainee has the opportunity to practice on their fellow classmates and teachers, with full support from the staff while they learn. Errors can be picked up while being observed. This can iron out any bad habits before they develop. This experiential approach to hypnotherapeutic training is essential in order to be able to work effectively with clients in a real therapeutic setting. Some hypnotherapy schools do offer distance learning courses in the form of video DVDs or audio CDs, but the value of learning in-person for an art form as subtle as hypnotherapy cannot be understated.

When it comes to becoming a hypnotherapist, training requirements and state registration requirements vary greatly around the world, ranging from no qualifications being required to practise right up to needing to be a state-certified professional in the field of mental health. Those interested in becoming a hypnotherapist should first research the laws in their district and then consider joining a professional organisation that can guide them in proper training and offer a central code of ethics and disciplinary procedure that they can commit to. This provides assurance to clients and a good ethical framework for the therapist in question.

Professional organisations usually have their own set of guidelines and code of ethics to abide by, and require a number of hours of professional development every year to ensure the highest quality in treatment. Many hypnotherapists undertake this kind of professional development and will continue to do it until they stop practicing.

Licensing Boards ~ USA

  • •  American Council of Hypnotist Examiners: Organized in 1980, ACHE certifies examiners worldwide
  • •  National Board for Certified Clinical Hypnotheraphists: Organized in 1991, the NBCCH certifies professional in the field of hypnotheraphy
    • US Definition for Hypnotherapist

      The U.S. (Department of Labor) Directory of Occupational Titles (D.O.T. 079.157.010) supplies the following definition:

      "Hypnotherapist-- Induces hypnotic state in client to increase motivation or alter behavior pattern through hypnosis. Consults with client to determine the nature of problem. Prepares client to enter hypnotic states by explaining how hypnosis works and what client will experience. Tests subject to determine degrees of physical and emotional suggestibility. Induces hypnotic state in client using individualized methods and techniques of hypnosis based on interpretation of test results and analysis of client's problem. May train client in self-hypnosis conditioning".